Langsung ke konten utama

Postingan

Pluralisme dalam Budaya Indonesia 1.         Memahami Pluralisme Pertalian sejati  yang kebhinekaan dalam ikatan disertai dengan sikap tulus untuk menerima kenyataan perbedaan sebagai sesuatu yang alami dalam rahmat Tuhan bagi kehidupan masyarakat. Para sosiolog dan antropolog yakin bahwa setiap individu dan kelompok mempuyai kebutuhan. Jika masyarakat terdiri dari beragam kelompok, atau berbagai kelompok etnik. a.          Istilah etnik dan ras dalam kehidupan sehari-hari Selama pemerintahan orde baru, kita semua “disosialisasikan” oleh kekhawatiran terjadinya konflik antara suku, agama, ras dan antar golongan. Seluruh rakyat Indonesia, baik sebagai individu mapun kelompok, selalu di liputi perasaan khawatir dan berhati-hati bedara dalam suatu bangsa yang masyarakatnya mejemuk. Kemajemukan itu di gambarkan oleh beragaman suku bangsa, agama, ras dan golongan yang mendiami Sabang sampai Merauke. ...
PETINGNYA PERAN PEMUDA HINDU DALAM   MEMAHAMI KEPEMIMPINAN Yang tiang Sucikan Jero Mangku, Yang terhormat Ketuan PHDI desa terusan makmur, Yang terhormat pengurus adat, Yang tiang hormati ketua TTBS dan jajarannya, Yang tiang hormati bapak/ibu serta kawan-kawan   tiang banggakan, dalam kesempatan yang berbahagia ini sempat meluangkan waktu dalam malaksanakan persembahnyang   dalam rangka merayakan hari raya galungan........ Om Swastyastu, Om Awingnam Astu Namo Sidham Puji syukur tiang panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas Asung Kerta Waranugraha-Nya lah kita dapat bersama-sam berkumpul dipura dalam keadaan sehat guna dapat melaksanakan persembahnyangan.... Hadirin yang tiang hormati, dalam kesempatan ini ijinkan titiang memberikan darma wacana tentang “ PETINGNYA PERAN PEMUDA HINDU DALAM   MEMAHAMI KEPEMIMPINAN”.... Hadirin yang tiang hormati, apa itu pemuda hindu ? pemuda merupakan generasi muda bangsa dalam ...

LANDASAN FILOSOFI PENDIDIKAN

  LANDASAN FILOSOFI PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN 1.1     Latar belakang Pendidikan akan dapat dilaksanakan secara mantap, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh. Sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya. Mengingat hakikat pendidikan adalah humanisasi , yaitu upaya memanusiakan manusia, maka para pendidik perlu memahami hakikat manusia sebagai salah satu landasannya. Konsep hakikat manusia yang dianut pendidik akan berimplikasi terhadap konsep dan praktek pendidikannya. Ada dua alasan mengapa para pendidik perlu memiliki landasan filosofis pendidikan. Pertama, karena pendidikan bersifat normatif maka dalam rangka pendidikan diperlukan asumsi atau sesuatu titik tolak yang bersifat normatif pula. Asumsi-asumsi pendidikan yang bersifat n...